macam macam fi'il


fi'il madhi, fi'il mudhari', dan fi'il amr


          Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
          Hai sahabat pecinta bahasa arab, pada artikel kali ini, kita akan belajar tentang fi’il lebih mendalam. Pada artikel yang telah lalu, kita telah belajar tentang pembagian kalimah dalam bahasa arab, yang di dalamnya terdapat pembahasan mengenai fi’il. Akan tetapi pada artikel tersebut, tidak dijelaskan fi’il secara mendalam, melainkan hanya dijelaskan pengertian fi’il dan tanda-tandanya. Maka pada artikel ini, akan saya membahas fi’il lebih mendalam, meluputi macam-macam fi’il beserta contoh-contohnya.

pengertian fi'il          

Sebagaimana telah disebutkan di dalam artikel tentang pembagian kalimat dalam bahasa arab, fi’il adalah kata yang mempunyai arti dan ia terikat oleh waktu. Itulah pengertian fi’il yang disebutkan oleh para ahli nahwu dari zaman ke zaman. Agar mudah dipahami, sebut saja fi’il adalah kata kerja atau predikat dalam tatabahasa indonesia.

macam-macam fi'il

Fi’il ada tiga macam, yaitu fi’il madhi, fi’il mudhori’, dan fi’il amr. Ketiga macam tersebut memiliki perbedaan pada waktu pengerjaannya. Mari kita bahas 3 macam fi’il tersebut satu persatu.

     1.            Fi’il madhi

Fi’il madhi adalah kata kerja bentuk lampau, atau bisa dikatakan bahwa pekerjaannya telah dikerjakan. Contohnya adalah:
(Telah) datang
جَاءَ
(Telah) berkata
قَالَ
(Telah) memukul
ضَرَبَ
.
Jadi fi’il madhi mengandung arti “telah”. Itulah kenapa ulama’ nahwu mendefinisikan fi’il adalah kata yang mempunyai arti dan terikat oleh waktu. Karena semua fi’il pasti mengandung waktu. Baik itu waktu lampau, sebagaimana yang dikandung fi’il madhi, atau waktu sekarang, atau waktu yang akan datang. Dalam artikel ini, saya akan memberikan contoh penggunaan fi’il madhi dalam kalimat. Rumusnya ada 2, yaitu:

a)    Fi’il madhi + fa’il(pelaku)
b)    Fi’il madhi + fa’il(pelaku) + maf’ul bih (obyek)

macam macam fi'il

fi'il madhi

fi'il mudhari'

fi'il amr

macam macam fi'il fi'il madhi fi'il mudhari' fi'il amr

          Contoh fi’il madhi dalam kalimat:
         
Zaid (Telah) datang
جَاءَ زَيْدٌ    
Hasan (Telah) berkata
قَالَ حَسَنٌ
Faruq (Telah) memukul musuh
ضَرَبَ فَارُوْقٌ الْعَدُوَّ
Catatan: kata yang berwarna merah adalah fi’il madhi, sedangkan yang berwarna biru adalah fa’il, dan yang berwarna coklat adalah maf’ul bih.

     2.            Fi’il mudhori’

Fi’il mudhori, adalah kata kerja yang mengandung waktu al hadhir atau “sekarang/sedang dikerjakan”. Contohnya:
         
(Sedang) membuka
يَفْتَحُ
(Sedang) memukul
يَضْرِبُ
(Sedang) kembali
يَرْجِعُ

Bagaimana menggunakan fi’il mudhori’ di dalam kalimat? Caranya sama seperti kalian menggunakan fi’il madhi dalam kalimat. Cuma fi’il madhinya diganti dengan fi’il mudhori’.

a)    Fi’il madhi + fa’il(pelaku)
b)    Fi’il madhi + fa’il(pelaku) + maf’ul bih (obyek)


Contoh fi’il mudhori’ dalam kalimat:
Muhammad (Sedang) berkata
يَقُوْلُ مُحَمَّدٌ
Hasan (Sedang) memukul musuhnya
يَضْرِبُ حَسَنٌ عَدُوَّهُ
Zaid (Sedang) pulang dari sekolah
يَرْجِعُ زَيْدٌ مِنَ الْمَدْرَسَةِ
Catatan: kata yang berwarna merah adalah fi’il mudhori’, sedangkan yang berwarna biru adalah fa’il, dan yang berwarna coklat adalah keterangan tambahan.

     3.            Fi’il amr

Fi’il amr adalah kata kerja perintah. Ia digunakan untuk memerintah seseorang. Contohnya adalah:
Bukalah
اِفْتَحْ
Pukullah
اِضْرِبْ
Kembalilah
اِرْجِعْ

Di dalam fi’il amr, sudah tersimpan fa’il, wujudnya adalah أَنْتَ (kamu). Karena ketika kita menggunakan fi’il amr, pasti kita sedang berbicara atau bertatap muka dengan orang yang kita perintah. Jadi kita tinggal menambah maf’ul bih (obyek) di belakangg fi’il amr agar menjadi kalimat yang sempurna.

Contoh penggunaan fi’il amr dalam kalimat

Bukalah  pintu itu !
اِفْتَحْ الْبَابَ !
Pukullah musuhmu !
اِضْرِبْ عَدُوَّكَ !
Kembalilah ke rumahmu!
اِرْجِعْ إِلَى بَيْتِكَ !
          Catatan: kata yang berwarna merah adalah fi’il amr, sedangkan yang berwarna biru adalah maf’ul bih (obyek), dan yang berwarna coklat adalah keterangan tambahan.

          Demikianlah pemaparan singkat mengenai fi’il dan macam-macamnya. Apabila kalian belum paham, coba baca berulang-ulang agar paham. Apabila telah paham, silahkan kembangkan sendiri contoh-contoh penggunaan fi’il dalam kalimat. Kalian bisa menggunakan mufrodat-mufrodat yang telah kalian hapal dalam merangkai sebuah kalimat. Apabila kalian ingin lebih paham kenapa ada kalimat yang ada obyeknya dan ada kalimat yang tidak ada obyeknya, simak artikel saya berikutnya tentang pembagian fi’il ditinjau dari kebutuhannya terhadap maf’ul bih (obyek).
Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

macam macam fi'il