Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Naskah Kultum Tentang Muhasabah

kultum tentang muhasabah
sumber gambar: lintasjatim.com

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Arobiyahinstitute.com | Biasanya, kultum tentang muhasabah akan sering kita dengarkan ketika memperingati 1 Muharram, alias tahun baru Islam. Ia kan? Padahal sebenarnya, kultum tentang muhasabah sendiri adalah tema kultum yang bisa diangkat kapanpun dan untuk momen apapun. Karena manusia memang sejatinya harus terus bermuhasabah. Nah, untuk kalian yang masih bingung, bisa simak contoh kultum tentang muhasabah berikut. 

Contoh naskah tentang muhasabah


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُولِ الله، لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ اِلَّا

بِالله وَ بَعْدُ

Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Hadirin, marilah sama-sama kita bersyukur atas kenikmatan yang telah Allah anugerahkan. Dari kita terlelap, hingga terlelap kembali. Shalawat serta salam, kepada baginda Muhammad, sang kekasih Allah, suri tauladan terbaik, yang namanya tercatat indah di dalam sejarah peradaban dunia dan peradaban manusia. Hadirin yang semoga senantiasa dalam lindungan Nya. Sejauh ini, sudah berapa kali kita bermuhasabah? Apakah sering? Atau sebaliknya? 


Kalau belum sering, atau bahkan hanya melakukannya beberapa kali saja, kita meski menyadari akan pentingnya melakukan muhasabah diri ini. Kita dapat melakukannya dengan mengecek ataupun mengevaluasi diri kita yang berkenaan dengan semua hal. 


Dan kita juga harus sadar, bahwa perbuatan ini termasuk ke dalam salah satu perbuatan yang sangat baik untuk dilakukan oleh seorang muslim. Adapun dalil yang menjelaskan akan pentingnya muhasabah terdapat di dalam Qs. al-Hasyr ayat 18. Yang berbunyi: 


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

 Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Dalam ayat tersebut, terdapat kata ‘esok’. Yang mana, maksud dari kata esok pada ayat tersebut mengacu kepada hari akhir, atau kiamat. Dari ayat ini kita bisa melihat, bahwasanya Allah memerintahkan kita untuk berpikir, merenungkan, dan mengintropeksi kembali diri kita. Jangan sampai, kita hanya bermuhasabah atau mengecek diri kita tatkala akan pergi keluar saja. Yaitu, mengecek apakah pakaian kita sudah matching atau belum, apakah dandanannya sudah pas, dan lain sebagainnya. Namun untuk urusan muhasabah terkait dengan kepribadian dan ibadah, kita lalai, atau bahkan tidak mau melaksanakannya. Na’udzubillah. 


Muhasabah, atau mengintropeksi diri tampaknya harus dijadwalkan. Karena tampaknya, nggak sedikit dari kita yang hanya bermuhasabah ketika tanggal 1 Muharram saja, yaitu ketika tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah. Itupun setahun sekali adanya, dan dilakukan bersama-sama, beramai-ramai. Nah mulai sekarang, cobalah untuk muhasabah terkait dengan hal-hal yang akan mengantarkan kita ke hari esok tersebut. 


Seperti, apakah shalat yang kita lakukan sudah khusyu dan sesuai dengan tuntunan, apakah akhlak kita kepada orang tua, guru, kerabat, saudara, teman, dan orang lain sudah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah? Apakah lidah kita senantiasa basah karena menyebut nama Nya? Apakah kita sudah menjalankan seluruh perintah Nya dengan baik? Apakah kita mempunyai rasa empati kepada sesama? 


Dan lain sebagainya. Ketahuilah saudaraku, di hadapan Nya, tidak ada satupun yang dapat kita sembunyikan. Seluruh amalan-amalan yang telah kita perbuat akan ditampakkan oleh Allah. Maka dari itu, mari mulai membiasakan diri untuk bermuhasabah, mengintropeksi kembali diri kita. Jangan-jangan, hari kemarin jauh lebih baik dibandingkan dengan hari ini.


Jangan-jangan, amalan kita dari hari ke hari bukannya mengalami perbaikan dan kenaikan, tapi justru sebaliknya. Naudzubillah. Semoga kita senantiasa menjadi hamba Nya yang gemar mengintropeksi diri, dan mendapatkan keberkahan dari Nya. Sekian kultum tentang muhasabah kali ini. Wallahul Muwafiq, ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Demikian contoh kultum tentang muhasabah dari kami, Semoga bermanfaat. Silahkan baca contoh-contoh ceramah maupun kultum yang lainnya seperti ceramah singkat tentang ikhlas dan kultum tentang sholat tahajud.


Posting Komentar untuk "Contoh Naskah Kultum Tentang Muhasabah"