Pembagian Kalimah atau Kata Dalam Bahasa Arab


kalimah isim, kalimah fi'il dan kalimah huruf

          Didalam bahasa arab, kata terbagi menjadi 3, yaitu kata kerja ( الْفِعْلُ ), kata benda ( الإِسْمُ ), dan kata huruf ( الْحَرْفُ ).

     1.             ( الإِسْمُ ) Isim / Kata benda

Isim adalah kata yang menunjukkan sebuah arti, dan ia tidak terikat dengan waktu. Atau dalam istilah bahasa indonesia, disebut kata benda.

Contoh isim :

muhammad

مُحَمَّدٌ

Guru

مُدَرِّسٌ

Pohon

شَجَرَةٌ

pena

قَلَمٌ

Kucing

قِطٌّ

Matahari

شَمْسٌ

makkah

مَكَّةُ

sekolah

مَدْرَسَةٌ

 

Catatan:isim tidak hanya kata benda saja, tapi mencakup semua kata selain kata kerja dan kata huruf. Baik itu kata sifat, nama orang, nama hewan, nama tempat, benda-benda mati, dll....

 

Tanda-tanda isim

Cara mengetahui isim yang ada di sebuah kalimat adalah dengan melihat tanda tandanya. Adapun tanda-tanda isim ada 4, yaitu

a.      Beri’rab jar/khafadz ( berharokat kasroh), contoh:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Semua yang berwarna merah diatas adalah isim karena berharokat kasroh.Sebuah kata bisa berharokat kasroh karena kemasukan amil yang membuat dia berharokat kasroh. Salah satu amilnya adalah bertemu huruf jar seperti pada contoh diatas.

b.     Kata tersebut menerima tanwin, contoh:

قَالَ رَجُلٌ ، جَلَسْتُ عَلَى كُرْسِيٍّ ، ذَهَبَ طَالِبٌ إِلَى مَدْرَسَةٍ

c.      Kata tersebut dimasuki alif dan lam, contoh:

 

قَالَ الرَّجُلُ ، جَلَسْتُ عَلَى الْكُرْسِيِّ ، ذَهَبَ الطَّالِبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ

d.     Kata tersebut diawali huruf jar, contoh:

جَلَسْتُ عَلَى الْكُرْسِيِّ ، ذَهَبَ الطَّالِبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ

Semua kata yang berada dibelakang huruf jar adalah isim

Adapun huruf jar adalah sebagai berikut:

Dari

مِنْ

Ke

إِلَى

Dari

عَنْ

Di atas

عَلَى

Di / di dalam

فِيْ

Barangkali

رُبَّ

Dengan

الْبَءُ (بِ)

Seperti

الْكَافُ (كَ)

untuk

اللَّامُ (لِ)

2.    الْفِعْلُ  Fi’il (kata kerja)

Fi’il adalah kata yang menunjukkan sebuah arti, dan ia terikat dengan waktu.

Contoh fi’il:

Telah menulis

كَتَبَ

Sedang membaca

يَقْرَأُ

sedang minum

يَشْرَبُ

minumlah

اِشْرَبْ

 

Catatan: yang dimaksud terikat dengan waktu adalah, pekerjaan itu pasti di kerjakan disebuah waktu, entah itu waktu lampau, atau waktu sekarang, ataupun waktu yang akan datang. Jadi misalnya kita menyebut kata kerja “makan” maka akan terpintas di pikiran kita, pekerjaan itu kapan dilakukan? Sudah dilakukan atau belum dilakukan?. Berbeda jika kita menyebut isim, misalnya “muhammad” maka tidak akan terpintas di pikiran kita mengenai waktu, muhammad sekarang atau muhammad yang akan datang?. Muhammad ya muhammad, ia tidak terikat dengan waktu.

 Tanda-tanda fi'il

 Fi’il bisa dikenali dengan melihat tanda-tandanya. Adapun tanda-tanda fi’il ada 4, yaitu:

a)     Didahului  قَدْ , contoh:

قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ

Sungguh shalat telah tegak

 

b)    Didahului س , contohnya:

سَيَرْجِعُ الْأَبُ إِلَى الْبَيْتِ

Ayah akan pulang ke rumah

 

c)     Didahului سَوْفَ , contohnya:

سَوْفَ يَرْجِعُ الْأَبُ إِلَى الْبَيْتِ

Ayah akan pulang ke rumah

 

d)    Dimasuki ta’ ta’nis tsakinah, yaitu ta’ ( تْ ) yang menunjukkan perempuan. Contoh:

قَالَتِ الأُمُّ

Ibu telah berkata

 

3.    الْحَرْفُ  ( Huruf )

Huruf adalah kata yang tidak bisa dipahami artinya kecuali ia bersambung dengan kata lainnya (isim/fiil).

Contoh huruf:

Dari

مِنْ

Ke

إِلَى

Dari

عَنْ

Di atas

عَلَى

Di / di dalam

فِيْ

Kemudian

ثُمَّ

Atau

أَوْ

Dari

فَ

Jika

إِذَا

sehingga

حَتَّى

 

Catatan: yang dimaksud dengan huruf disini adalah huruf yang memiliki arti seperti contoh-contoh diatas, Bukan huruf hijaiyah( ب ت ث ج ح  ). Huruf tidak memiliki tanda-tanda khusus sebagaimana tanda-tanda yang dimiliki isim dan fiil.

 

Tidak ada komentar untuk "Pembagian Kalimah atau Kata Dalam Bahasa Arab"

Berlangganan via Email