Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inna wa akhawatuha (inna dan sudara-saudaranya)

 

inna wa akhawatuha

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hai sahabat arobiyah institute, selamat datang dan selamat mengambil manfaat di blog sederhana ini. Blog yang mengupas segala hal yang berkaitan dengan bahasa arab. Sekarang kita melanjutkan pelajaran yang telah berlalu tentang amil yang masuk ke mubtada’ dan khabar. Pada artikel sebelumnya admin telah membahas kana wa akhawatuha, sekarang admin melanjutkan pembahasan tentang inna wa akhwatuha (إن و أخواتها).

Apa itu inna wa akhawatuha? Ia adalah huruf inna (إِنَّ) dan saudaranya-saudaranya yang akan saya sebutkan dipembahasan selanjutnya. Mereka ini apabila masuk kejumlah ismiyah, akan mengubah hukum dasar jumlah ismiyah. Simak penjelasan rincinya berikut ini. 

Fungsi inna wa akhawatuha

Inna (إن) adalah kalimah huruf. Apabila masuk ke dalam jumlah ismiyah, ia memiliki peran dalam menashabkan mubtada’ dan merafa’kan khabar (baca: pembagian i’rab). Peran yang bertolak belakang dengan peran kana (كان). Yang mana kana berperan merafa’kan mubtada’ dan menashabkan khabar.

Dalam menjalankan fungsinya, inna (إنّ) mempunyai saudara, atau bahasa arabnya adalah (أخوات). Oleh sebab itulah bab ini disebut إن و أخواتها yang atinya adalah “inna dan saudara-saudaranya.  Adapun saudara saudara inna adalah sebagai berikut:

 

Inna (إِنَّ) dan saudara-saudaranya

Artinya

Fungsinya

Inna dan saudara saudaranya

Sesungguhnya

لتوكيد النسبة و نفي الشك عنها

إِنَّ

Sesungguhnya

لتوكيد النسبة و نفي الشك عنها

أَنَّ

Seperti

للتشبيه المؤكد

كَأَنَّ

Tetapi

للإستدراك

لَكِنَّ

Seandainya

للتمنّي

لَيْتَ

Semoga/Barangkali

للترجي وللتوقع

لَعَلَّ

 

Semua saudara saudara inna di atas juga termasuk kategori kalimah huruf. Mubtada’ dan khabar yang dimasuki إنّ berubah namanya. Mubtada’ berubah namanya menjadi isim inna, dan khabar berubah namanya menjadi khabar inna.

Contoh-contoh inna wa akhawatuha

Untuk memudahkan dalam memahami materi ini, admin sajikan beberapa contoh inna wa akhawatuha dari al Qur’an dan dari lainnya.

Contoh dari al Qur’an

Dalam al Qur’an banyak sekali contoh inna wa akhawatuha, berikut ini admin sebutkan beberapa contohnya:

 

إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (البقرة : 148)

إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة: 115)

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (البقرة: 153)

إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (البقرة: 182)

أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ (البقرة: 25)

أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (البقرة:77)

أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَ أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ (البقرة: 165)

اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ (الشورى: 42)

لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا (الطلاق: 1)

Contoh inna wa akhawatuha di luar al-Qur'an

Sesungguhnya siswa itu berhasil

إِنّ الطَّالِبَ نَاجِحٌ

1

Sesungguhnya Muhammad utusan Allah

أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ

2

Kamu pemberani tapi malas

أَنْتَ شُجَّاعٌ لَكِنَّكَ كَسْلَانٌ

3

Seandainya langit turun hujan

لَيْتَ السَّمَاءَ مُمْطِرَةٌ

4

Khalid seperti raja

كَأَنَّ خَالِدًا مَلِكٌ

5

Semoga khalil berhasil

لَعَلَّ خَلِيْلًا نَاجِحٌ

6

Barangkali khalil pulang ke rumah

لَعَلَّ خَلِيْلًا رَاجِعٌ إِلَى الْبَيْتِ

7

Kata yang berwarna merah adalah isim inna, dan yang berwarna biru adalah khabar inna.

Baca juga:

Keterangan tambahan seputar inna wa akhawatuha

Pada dasarnya, inna dan sudara-saudarany menashabkan mubtada’ dan merafa’kan khabar. Namun apabila ia bersambung dengan huruf ما zaidah (tambahan), maka batal fungsinya. Contoh:

 

إنَّ الْمُؤْمِنِيْنَ إِخْوَةٌ

1

Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara

إنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ

2

Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara

Perhatikan kedua contoh di atas. Contoh yang pertama tanpa huruf ما zaidah, isimnya (mubtada’) beri’rab manshub dengan tanda ya’ karena termasuk isim jamak mudzakkar salim.

Kemudian perhatikan contoh nomor 2. Pada contoh tersebut, terdapat huruf ما zaidah. Maka isimnya berubah i’rabnya menjadi marfu’ dengan tanda wau (و) karena ia termasuk isim jamak mudzakkar salim.

Contoh I’rab inna wa akhawatuha

إِنّ الطَّالِبَ نَاجِحٌ

إن : حرف توكيد ونصب ينصب الإسم يرفع الخبر

Inna: huruf taukid dan nashab, menashabkan isim dan merafa’kan khabar

الطالب : اسم إن منصوب وعلامة نصبه الفتحة

Ath thaliba: isim inna manshub, dan alamat nashabnya fathah

ناجح : خبر إن مرفوع وعلامة رفعه الضمة

Najihun: khabar inna marfu’, dan alamat rafa’nya dhommah

 

كَأَنَّ خَالِدًا مَلِكٌ

كأن : حرف تشبيه و نصب من أخوات إنّ

Kaanna: huruf tasybih dan nashab dari saudara-saudara inna

خالدا: اسم كأن منصوب وعلامة نصبه الفتحة

Khalidan: isim kaanna, manshub dan alamat nashabnya fathah

ملك : خبر :كأن مرفوع وعلامة رفعه الضمة

Malikun: khabar kaanna, marfu’, dan alamat rafa’nya dhammah

 

Cukup sekian pembahasan inna dan rekan-rekannya. Semoga bisa dipahami, dan semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berlangganan via Email