Pengertian dan contoh maf'ul bih

maf'ul bih

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hai sahabat arobiah institute, kaifa halukum jami’an? Semoga selalu dalam lindungan Rabb semesta alam ya. Apakah kalian sedang mencari informasi tentang maf’ul bih? Apakah kalian masih bingung apa itu maf’ul bih? Atau malah kalian baru pertama kali mendengar istilah maf’ul bih? Jika kalian sedang mencari-cari pembahasan tentang maf’’ul bih, maka kalian datang ketempat yang tepat. Ya, pada artikel ini saya akan menguraikan sedikit tentang maf’ul bih, pengertiannya, macam-macamnya, contoh-contohnya, dan i’rabnya. Simak berikut ini.

Pengertian maf’ul bih

 (1) الْمَفْعُوْلُ بِهِ هُوَ الْإِسْمُ الْمَنْصُوْبُ الَّذِيْ يَقَعُ بِهِ الْفِعْلُ 

“maf’ul bih adalah isim yang beri’rab manshub yang dengannya pekerjaan terjadi” 

Jadi maf’ul bih adalah isim yang beri’rab manshub yang dengannya pekerjaan terjadi, atau kata lainnya adalah yang dikenai pekerjaan. Di dalam bahasa indonesia kita sering menyebutnya dengan istilah obyek. 


Macam-macam maf’ul bih beserta contohnya

Manf’ul bih mempuyai dua macam, yaitu ada maf’ul bih yang berupa isim dzohir(isim yang nampak), dan ada pula yang berupa isim dhomir.

1. maf'ul bih berupa isim dhohir

adalah maf'ul bih yang nampak. biasanya berupa nama orang, atau nama sesuatu, baik benda atau yang lainnya.

Contoh maf’ul bih yang berupa isim dzohir:

ضَرَبْتُ مُحَمَّدًا

Aku telah memukul muhammad

أَكَلْتُ السَّمَكَ

Aku telah makan ikan

2. maf’ul bih berupa isim dhomir

isim dhomir adalah kata ganti dalam istilah tatabahasa indonesia, yaitu (dia, mereka, kamu, kalian, aku, kita). Dhomir ada berjumlah 12, dan ia mempunyai beberapa macam dalam penggunaannya. baca selengkapnya tentang dhomir di artikel saya yang telah berlalu tentang dhomir. Adapun dhomir yang bisa menjadi maf''ul bih ada 2, yaitu:

1. Isim dhomir muttashil

contoh maf'ul bih berupa dhomir muttashil:

Zaid telah menolong dia (lk)

نَصَرَهُ زَيْدٌ

Zaid telah menolong mereka berdua (lk)

نَصَرَهُمَا زَيْدٌ

Zaid telah menolong mereka (lk)

نَصَرَهُمْ زَيْدٌ

Zaid telah menolong dia (pr)

نَصَرَهَا زَيْدٌ

Zaid telah menolong mereka (pr)

نَصَرَهُنَّ زَيْدٌ

Zaid telah menolong kamu (lk)

نَصَرَكَ زَيْدٌ

Zaid telah menolong kalian berdua (lk)

نَصَرَكُمَا زَيْدٌ

Zaid telah menolong kalian (lk)

نَصَرَكُمْ زَيْدٌ

Zaid telah menolong kamu (pr)

نَصَرَكِ زَيْدٌ

Zaid telah menolong kalian (pr)

نَصَرَكُنَّ زَيْدٌ

Zaid telah menolong aku

نَصَرَنِيْ زَيْدٌ

Zaid telah menolong kami

نَصَرَنَا زَيْدٌ

(LK)=laki-laki        (PR)=perempuan

2. isim dhomir munfashil

Apabila maf’ul bih berupa dhomir munfashil, maka ia harus diletakkan di awal kalimat. Contoh maf'ul bih berupa dhomir munfashil:

Aku bertanya kepada dia (lk)

إِيَّاهُ أَسْأَلُ

Aku bertanya kepada mereka berdua (lk)

إِيَّاهُمَا أَسْأَلُ

Aku bertanya kepada mereka (lk)

إِيَّاهُمْ أَسْأَلُ

Aku bertanya kepada dia (pr)

إِيَّاهَا أَسْأَلُ

Aku bertanya kepada mereka (pr)

إِيَّاهُنَّ أَسْأَلُ

Aku bertanya kepada kamu (lk)

إِيَّاكَ أَسْأَلُ

Aku bertanya kepada kalian berdua (lk)

إِيَّاكُمَا أَسْأَلُ

Aku bertanya kepada kalian (lk)

إِيَّاكُمْ أَسْأَلُ

Aku bertanya kepada kamu (pr)

إِيَّاكِ أَسْأَلُ

Aku bertanya kepada kalian (pr)

إِيَّاكُنَّ أَسْأَلُ

kamu bertanya kepada aku

إِيَّايَ تَسْأَلُ

kamu bertanya kepada kami

إِيَّانَا تَسْأَلُ

I’rab maf’ul bih


Maf’ul bih beri’rab manshub, sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam pengertiannya. Apabila ia mufrod, tandanya adalah fathah, apabila ia mutsanna, tandanya adalah huruf ya', apabila ia jamak mudzakkar salim, tandanya adalah huruf ya', apabila ia jamak muannats salim, tandanya adalah kasroh, apabila ia jamak taksir, tandanya adalah fathah. baca selengkapnya tanda-tanda i'rab secara lengkap di artikel pembagian i'rab. Lalu bagaimana jika maf’ul bihnya berupa isim dhomir? Padahal isim dhomir termasuk isim yang mabni. Apabila maf’ul bih berupa isim dhomir, maka i’rabnya adalah i’rab mahalli. Berikut contoh i’rab maf’ul bih:

 

أَكَلْتُ السَّمَكَ #

أَكَلَ :فعل ماض مبني على الفتح

تُ :اسم ضمير متصل مبني على الضم في محل رفع فاعل

السَّمَكَ :مفعول به منصوب وعلامة نصبه الفتحة

نَصَرَنَا زَيْدٌ #

نَصَرَ : فعل ماض مبني على الفتح

نَا : اسم ضمير متصل مبني على السكون في محل نصب مفعول به

زَيْدٌ :فاعل مرفوع وعلامة رفعه الضمة

Demikianlah uraian singkat tentang maf’ul bih, pengertiannya, macam-macamnya, contoh-contohnya, serta i’rabnya. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 


Tidak ada komentar untuk "Pengertian dan contoh maf'ul bih"

Berlangganan via Email