Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Isim Masdar Beserta Macam-macamnya

isim masdar

Arobiyahinstitute.com |
Pada artikel sebelumnya, kita telah belajar tentang isim jamid dan isim musytaq. Dari situ kita bisa tahu bahwa isim masdar termasuk kategori isim jamid. Maka pada artikel ini kita akan membahas lebih jauh apa itu isim masdar, dan ada berapa macam-macam isim masdar. Simak penjelasannya berikut ini:

Pengertian isim masdar

Isim masdar adalah kata dasar atau akar kata dalam bahasa arab, darinya lahir berbagai bentuk kata yang jumlahnya sangat banyak. Secara istilah isim masdar adalah isim makna yang menunjukkan suatu kejadian yang kosong dari keterangan waktu atau tidak mengandung keterangan waktu.

الْمَصْدَرُ هُوَ اسْمٌ مَعْنَى يَدُلُّ عَلَى حَدَثٍ مُجَرَّدٍ مِنَ الزَّمَانِ

“isim masdar adalah isim makna yang menunjukkan suatu kejadian yang kosong dari keterangan waktu atau tidak mengandung keterangan waktu”

Contoh isim masdar

Sebagai pendahuluan, di sini saya akan memberikan beberapa contoh isim masdar secara umum. Pada pembahasan selanjutnya, saya akan membahas secara detail setiap macam masdar beserta contohnya masing masing.

Contoh Isim Masdar

Pendengaran

سَمْعٌ

Pukulan

ضَرْبٌ

Pertanian

زِرَاعَةٌ

Tangisan

بُكَاءٌ

Macam-macam isim masdar

Isim masdar mempunyai banyak macam, diantaranya: masdar untuk fi’il tsulasi, masdar untuk fi’il ruba’i, masdar untuk fi’il khumasi dan sudasi, masdar mimi, masdar sina’i, masdar marrah, masdar hai’ah, masdar sharih, dan masdar muawwal.

Masdar Untuk Fi’il Tsulasi

Masdar untuk fi’il tsulasi ini tidak memiliki kaidah yang baku atau tetap, tetapi ia memiliki banyak bentuk. Kita bisa mengetahui masdar dari fi’il tsulasi ini dengan cara merujuk ke buku-buku bahasa atau kamus.

Namun secara umum atau kebanyakan, ia memiliki wazan-wazan yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Wazan wazan tersebut ialah:

Wazan-Wazan Masdar Untuk Fi’il Tsulasi Beserta Contoh Mauzunnya

Contoh mauzun

wazan

Golongan / jenis

زِرَاعَةٌ

فِعَالَة

Untuk jenis hirfah (حرفة) atau kerajinan

صِنَاعَةٌ

تِجَارَةٌ

سَيَلَان

فَعَلَان

Untuk jenis idhtirab (اضطراب) atau keguncangan

غَلَيَان

دَوَرَان

طَوَفَان

خُضْرَة

فُعْلَة

Untuk jenis launun (لون) atau warna

صُفْرَة

سُعَالٌ

فُعَالٌ

Untuk jenis penyakit atau suara (داء أو صوت)

زُكَامٌ

بُكَاءٌ

إِبَاءٌ

فِعَالٌ

Untuk jenis imtina’ (امتناع)

عِتَابٌ

عِيَاذٌ

سَمْعٌ

فَعْلٌ

Untuk fi’il muta’addi

فَتْحٌ

مَنْعٌ

فَهْمٌ

قُعُوْدٌ

فُعُوْلٌ

Untuk fi’il lazim

جُلُوْسٌ

طُلُوْعٌ

سُجُوْدٌ

سُهُوْلَةٌ

فُعُوْلَةٌ

صُعُوْبَةٌ

عُذُوْبَةٌ

فَرَحٌ

فَعَلٌ

مَرَحٌ

شَبْعٌ

طَرَبٌ

Masdar untuk fi’il ruba’i

Masdar untuk fi’il ruba’i termasuk masdar qiyasi, yakni masdar yang mempunyai bentuk baku. Sehingga seseorang bisa membuat masdar untuk fi’il ruba’i ini dengan melihat rumusnya. Masdar untuk fi’il ruba’i ini mempunyai beberapa wazan, yakni:

Wazan-Wazan Masdar Untuk Fi’il Ruba’i Beserta Contoh Mauzunnya

Contoh mauzun

Wazan masdar

Penjelasan

إِنْكَارٌ

إِفْعَالٌ

Jika wazan fi’ilnya أَفْعَلَ

إِكْرَامٌ

إِبْقَاءٌ

إِيْقَافٌ

إِيْضَاحٌ

Jika fa’ fi’ilnya berupa huruf wauw, maka untuk masdarnya, huruf wauw diganti menjadi huruf ya’.

إِيْرَادٌ

إِقَامةٌ

Jika fi’ilnya adalah mu’tal ‘ain, maka untuk masdarnya dikasrah huruf pertamanya, dan diakhirnya ditambah ta’ marbuthah.

إِطَالَةٌ

تَفْوِيْضٌ

تَفْعِيْلٌ

Jika wazan fi’ilnya adalah فَعَّلَ

تَنْسِيْقٌ

تَغْيِيْرٌ

تَكْسِيْرٌ

تَزْكِيَةٌ

تَفْعِلَةٌ

Jika fi’ilnya adalah mu’tal akhir (contoh:زَكَّى )

تَقْوِيَةٌ

تَجْزِيْءٌ\ تَجْزِئَةٌ

تَفْعِيْلٌ \ تَفْعِلَةٌ

Jika fi’ilnya adalah mahmuz akhirnya (contoh: جَزَّأَ)

تَخْطِيْءٌ\تَخْطِئَةٌ

حِسَابٌ\مُحَاسَبَةٌ

فِعَالٌ\مُفَاعَلَةٌ

Jika wazan fi’ilnya adalah فَاعَلَ

خِصَامٌ\مُخَاصَمَةٌ

زَلْزَلَةٌ\زِلْزَالٌ

فَعْلَلَةٌ\فِعْلَالٌ

Jika wazan fi’ilnya adalah فَعْلَلَ

زَخْرَفَةٌ\زِخْرَافٌ

دَحْرَجَةٌ\دِحْرَاجٌ

Masdar untuk fi’il khumasi dan fi’il sudasi

Masdar dari fi’il khumasi dan fi’il sudasi ini juga termasuk masdar qiyasi, artinya ia memiliki bentuk baku, sehingga seseorang bisa membuat masdar tersebut dengan melihat rumusnya (wazannya).

Jika fi’il khumasi atau fi’il sudasi di awali hamzah washal, maka bentuk masdarnya berasal dari bentuk fi’il madhinya yang huruf ketiganya dikasrah dan ditambah huruf alif sebelum akhirnya. Contoh:

Bentuk Isim Masdarnya

Bentuk Fi’il Madhinya

No

اِجْتِمَاعٌ

اِجْتَمِعَ

1

اِسْتِقْبَالٌ

اسْتَقْبَلَ

2

Perhatikan 2 contoh diatas, huruf ta’ pada bentuk fi’il madhi berharakat fathah, kemudian ia berubah menjadi berharakat kasrah ketika menjadi isim masdar. Selanjutnya pada bentuk fi’il madhi tidak terdapat alif yang terletak sebelum huruf terakhir, kemudian pada bentuk isim masdarnya, terdapat alif yang terletak sebelum huruf terakhirnya.

Jika fi’il di awali dengan huruf ta’ zaidah (tambahan), maka bentuk masdarnya berasal dari bentuk fi’il madhinya yang harakat huruf sebelum terakhirnya didhammah. Contoh:

Bentuk Isim Masdarnya

Bentuk Fi’il Madhinya

No

تَقَدُّمًا

تَقَدَّمَ

1

تَعَلُّمًا

تَعَلَّمَ

2

تَدَحْرُجًا

تَدَحْرَجَ

3

Perhatikan contoh-contoh isim masdar di atas. Pada bentuk fi’il madhinya, huruf sebelum akhirnya berharakat fathah, kemudian pada bentuk isim masdarnya, ia berubah menjadi berharakat dhammah.

Masdar mimi

الْمَصْدَرُ الْمِيْمِي مَصْدَرٌ مَبْدُوْءٌ بِمِيْمٍ زَائِدَةٍ وَيُؤَدِّيْ نَفْسَ مَعْنَى الْمَصْدَرِ (ملخص قواعد اللغة العربية: 195)

“Masdar mimi adalah masdar yang diawali dengan huruf mim zaidah (tambahan) dan dia mempunyai arti yang sama dengan isim masdar(qawaidul lughatil arabiyyah: 195)

Pengertian masdar mimi di atas kami kutip dari kitab qawaidul lughah karya fuad nikmah. Masdar mimi memiliki beberapa wazan, yakni:

1. jika fi’ilnya adalah tsulasi, maka wazannya adalah مَفْعَلٌ, namun apabila fi’ilnya didahului dengan huruf illat, maka wazannya adalah مَفْعِلٌ. Contoh:

Contoh Masdar Mimi

Wazan Masdar Mimi

Penjelasan

Bentuk masdar miminya

Bentuk madhinya

مَعْرَضٌ

عَرَضَ

مَفْعَلٌ

Fi’ilnya berupa fi’il tsulasi

مَدْرَسٌ

دَرَسَ

مَكْتَبٌ

كَتَبَ

مَوْقِعٌ

وَقَعَ

مَفْعِلٌ

Fi’ilnya didahului huruf illat

مَوْعِدٌ

وَعَدَ

مَوْكِلٌ

وَكَلَ

2. jika fi’ilnya bukan merupakan fi’il tsulasi, maka bentuk masdarnya berasal dari bentuk fi’il mudhari’nya yang huruf mudhara’ahnya diganti dengan huruf mim yang berharakat dhammah, kemudian huruf sebelum terakhirnya difathah. Contoh:

Contoh Masdar Mimi Dari Fi’il Ghairu Tsulasi

Bentuk Masdar Miminya

Bentuk Mudhari’nya

مُبْتَعَدٌ

يَبْتَعِدُ

مُكَسَّرٌ

يُكَسِّرُ

مُتَقَارَبٌ

يَتَقَارَبُ

مُتَعلَّمٌ

يَتَعَلَّمُ

مُسْتَغْفَرٌ

يَسْتَغْفِرُ

Kadangkala diakhir masdar mimi ditambah ta’ marbuthah , contoh: مَوْعِضَةٌ, مَحَبٌّ, مَنْفَعَةٌ, مَفْسَدَةٌ.

Masdar sina’i

Masdar sina’i adalah isim yang bersambung dengan ya’ nisbah dan diakhiri dengan ta’ ta’nits untuk menunjukkan arti masdar. Adapun versi arabnya adalah sebagai berikut:

الْمَصْدَرُ الصِّنَاعِيْ اسم تلحقه ياء النسب تليها تاء التأنيث للدلالة على معنى المصدر(ملخص قواعد اللغة العربية: 195)

Adapun contoh masdar sina’i adalah sebagai berikut:

Contoh Masdar Sina’i

No

إِنْسَانِيَّةٌ

1

اِشْتِرَاكِيَّةٌ

2

حُرِّيَّةٌ

3

وَطَنِيَّةٌ

4

مَسْؤُوْلِيَّةٌ

5

وَحْشِيَّةٌ

6

Masdar marrah

Masdar marrah adalah isim masdar yang menunjukkan terjadinya kejadian sekali saja. Sebagaimana fuad nikmah mendefinisikannya dalam bukunya sebagai berikut:

اسم المرة مصدر يدل على وقوع الحدث مرة واحدة (ملخص قواعد اللغة العربية: 195)

Adapun wazan masdar marrah, jika fi’ilnya adalah tsulasi, maka wazannya adalah فَعْلَةُ . adapun jika fi’ilnya bukan tsulasi, maka wazannya adalah mengikuti wazan masdarnya kemudian akhirnya ditambah ta’ marbuthah. Contoh masdar marrah:

Contoh Masdar marrah

No

أَكَلْتُ أَكْلَةً

1

ضَرَبْتُ ضَرْبَةً

2

اِنْطَلَقَ اِنْطِلَاقَةً

3

أَكْرَمْتُهُ إِكْرَامَةً

4

Masdar Ha’iah

Masdar haiah adalah masdar yang menunjukkan haiah (bentuk) suatu pekerjaan ketika dikerjakan. Adapun versi arabnya adalah sebagai berikut:

اسم الهيئة مصدر يدل على هيئة الفعل حين وقوعه (ملخص قواعد اللغة العربية: 195)

Adapun wazan masdar haiah untuk fi’il tsulasi adalah فِعْلَةً . contoh:

Contoh Masdar marrah

No

نَظرْتُ إِلَيْهِ نِظْرةَ الْحَائِرِ

1

Aku melihat kepadanya dengan penglihatan yang bimbang

جَلَسْتُ جِلْسَةَ الْعُلَمَاءُ

2

Aku duduk seperti duduknya ulama’

Sekian pembahasan tentang isim masdar beserta macam-macamnya yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat, selamat belajar.

Posting Komentar untuk "Isim Masdar Beserta Macam-macamnya"