mengupas tuntas tentang taukid dalam ilmu nahwu

pengertian taukid serta contohnya

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hai sahabat arobiyah institute, kaifa halukum jamii’an? Bagaimana kabarnya kalian semua? Semoga baik selalu ya. Sekarang ini kita sedang berada di bulan muharram, bulan pertama di penanggalan hijriyah. Artinya kita barusaja meninggalkan tahun yang lama beralih ke tahun yang baru, yaitu tahun 1442 H. semoga dengan barunya tahun, semangat kita dalam belajar bahasa arab ikut terbarukan. Baiklah, pada artikel ini kita masih melanjutkan pembahasan tentang macam-macam marfu’atul asma’ (isim-isim yang beri'rab marfu'). Dan kali ini kita memasuki bab taukid. sudah tahukah kalian apa itu taukid? Apa pengertian taukid? Dll… mari kita bahas tentang taukid berikut ini.

Pengertian taukid

Secara bahasa taukid (تَوْكِيْدٌ) berasal dari bahasa arab, yaitu masdar dari kata (أَكَّدَ) yang berarti pengukuhan atau penguatan. Sedangkan menurut istilah, pengertian taukid sama dengan pengertian tawabi' yang lain (na'at, athaf dan badal), yaitu tabi’ (pengikut) yang mengikuti hukum i’rab kata sebelumnya. Sebagaimana arti taukid secara bahasa, memang tujuan taukid adalah menguatkan, menghilangkan keraguan yang timbul dibenak pendengar. 

macam-macam taukid

Taukid mempunyai 2 macam, yaitu taukid lafdzi, dan taukhid maknawi. 

1. Taukid lafdzi

Taukid lafdzi adalah menguatkan kalimat dengan mengulangi kalimat yang dikuatkan. Misalnya apabila kita ingin mengatakan muhammad benar-benar telah datang, kita bisa menyebut kalimat “muhammad telah datang dua kali”.
Contoh:

جَاءَ مُحَمَّدٌ جَاءَ مُحَمَّدٌ
Muhammad telah datang, muhammad telah datang
Fi’il madi
جَاءَ
Fa’il
مُحَمَّدٌ
Taukid lafdzi
جَاءَ مُحَمَّدٌ

Taukid maknawi

Taukid maknawi adalah menguatkan kalimat dengan bantuan kata-kata khusus yang digunakan untuk menguatkan. Kata-kata khusus tersebut diantaranya:

Baca juga: Pembagian i'rab

Diri
النَّفْسُ
Mata (diri)
الْعَيْنُ
Semuanya
كُلٌّ
Semuanya
جَمِيْعٌ
Semuanya
عَامَّةٌ
Keduanya (untuk mudzakkar)
كِلَا
Keduanya (untuk muannats)
كِلْتَا

Contoh kalimat taukid:


جَاءَ عَبَّاسٌ نَفْسُهُ
Abbas, dirinya telah datang
Fi’il madhi
جَاءَ
Fa’il
عَبَّاسٌ
taukid
نَفْسُهُ
صَلَّى الْمُسْلِمُوْنَ كُلُّهُمْ
Kaum muslimin telah shalat semuanya
Fi’il madhi
صَلَّى
Fa’il
الْمُسْلِمُوْنَ
taukid
كُلُّهُمْ
ابْنُ عَبَّاسٍ وَعَبْدُ اللَّهِ كِلَاهُمَا نَاجِحَانِ
Ibnu abbas dan abdullah keduanya berhasil
Mubtada’
ابْنُ عَبَّاسٍ
Huruf athof
و
Ma’thuf
عَبْدُ اللَّهِ
taukid
كِلَاهُمَا
Khobar mubtada’
نَاجِحَانِ

i'rab taukid

Taukid mempunyai i’rab yang fleksibel, tergantung kata sebelumnya. Apabila kata sebelumnya marfu’, maka ia ikut marfu’, apabila sebelumnya manshub, maka ia ikut manshub, dsb..... Karena kita sedang membahas marfu’atul asma’, maka saya akan memberikan contoh  taukid yang beri’rab marfu’. 
Contoh i’rab taukhid:
جَاءَ عَبَّاسٌ نَفْسُهُ
Abbas, dirinya telah datang
جَاءَ : فعل ماض مبني على الفتح
Telah datang: Fi’il madhi mabni ‘alal fathi
عَبَّاسٌ : فاعل مرفوع وعلامة رفعه الضمة
Abbas : Fa’il marfu’ dan alamat rafa’nya dhommah
نَفْسُهُ : توكيد مرفوع وعلامة رفعه الضمة وهو مضاف، والمضاف إليه اسم الضمير مبني على على الضم في محل جر
Dirinya :Taukid marfu’ dan alamat rafa’nya dhommah, ia sebagai mudhof, dan mudhof ilaihnya adalah isim dhomir mabni ‘aladdommi menempati tempatnya jar

Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembahasan singkat mengenai taukid, pengertiannya, macam-macamnya, contohnya, serta i’rab dan contoh i’rabnya. Semoga artikel ini bermanfaat, nantikan artikel-artikel berikutnya, selamat belajar, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar untuk "mengupas tuntas tentang taukid dalam ilmu nahwu"

Berlangganan via Email