Na’at dan man’ut

na'at dan man'ut

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hai sahabat arabiyah institute, pada artikel kali ini, kita masih melanjutkan pembahasan tentang marfu’atul asma’. Pada artikel-artikel yang telah lalu, kita telah membahas fa’il, naibul fa’il, mubtada’, dan khabar mubtada’. Nah sekarang kita akan membahas tentang at-tawabi’ (na’at, athaf, taukhid, dan badal). Namun kita akan fokuskan pada pembahasan na’at. Simak baik-baik lanjutan artikel ini. 

Pengertian na'at dan man'ut

Na’at secara bahasa adalah sifat, adapun menurut istilah, pengertian na’at sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab jurumiyah adalah
النَّعْتُ هُوَ تَابِعٌ لِلْمَنْعُوْتِ فِيْ رَفْعِهِ، وَنَصْبِهِ، وَ خَفْضِهِ، وَتَعْرِيْفِهِ، وَتَنْكِيْرِهِ
“ na’at adalah mengikuti yang diikuti dari segi rafa’nya, nashabnya, jarnya, makrifatnya, dan nakirahnya.”
Adapun man’ut adalah yang disifati atau diikuti. 

Contoh na’at dan man’ut dalam kalimat


Seorang laki-laki yang mulia telah berkata
قَالَ رَجُلٌ كَرِيْمٌ
Aku telah membaca buku yang bagus
قَرَأْتُ الْكِتَابَ الْجَمِيْلَ
Pada contoh pertama, yang sebagai na’at adalah (كَرِيْمٌ), ia beri’rab marfu’, dan berbentuk nakirah mengikuti kondisi yang disifati(man’ut) yaitu (رَجُلٌ). Adapun pada contoh kedua, yang sebagai na’at adalah (الْكِتَابَ), ia beri’rab manshub, dan berbentuk makrifat mengikuti kondisi yang disifati (man’ut) yaitu (الْجَمِيْلَ).

I'rab na'at

Pada dasarnya na’at tidak memiliki I’rab tersendiri, karena sifat dia yang menjadi pengikut apa yang diikuti. Artinya na’at bisa saja beri’rab marfu’, atau beri’rab manshub, atau beri’rab majrur, sesuai I’rab kata sebelumnya (man’utnya). Pada bab ini, na’at tergolong ke dalam marfu’atul asma’ karena kondisinya yang kadang-kadang beri’rab marfu’. Dan nanti pada bab manshubatul asma’(isim-isim yang beri’rab manshub) dan pada bab mahfudhatul asma’(isim-isim yang beri’rab majrur), na’at juga tergolong kedalam keduanya juga.
Contoh I’rab na’at:

قَالَ رَجُلٌ كَرِيْمٌ 
Seorang laki-laki yang mulia telah berkata
قَالَ : فعل ماض مبني على الفتح
Telah berkata: fi’il madhi, mabni ‘alal fathi
رجل : فاعل مرفوع وعلامة رفعه الضمة
Seorang laki-laki : fa’il, marfu’, dan alamat rafa’nya adalah dhammah
كريم : نعت المرفوع مرفوع وعلامة رفعه الضمة
Yang mulia: na’at, marfu’, dan alamat rafa’nya adalah dhammah

Demikianlah artikel singkat tentang na’at. Semoga kalian tercerahkan dengan penjelasan singkat tentang na’at di atas. Nantikan artikel-artikel berikutnya, selamat belajar, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar untuk "Na’at dan man’ut"

Berlangganan via Email