Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan Ringkas Tentang Ta’ Marbutah Dan Ta’ Maftuhah



Ta’ marbutah dan ta’ maftuhah

Hai sahabat arabiyah institute, dalam bahasa arab terdapat 28 huruf. Salah satunya adalah huruf ta’ ( ت ). Berbeda dengan huruf-huruf yang lain, ia mempunyai 2 macam dalam penulisan. Yang pertama disebut ta’ marbuthah ( ة ) dan yang kedua disebut ta’ maftuhah ( ت ). Mari kita bahas keduanya satu persatu.

1. ta’ marbuthah

Pengertian ta’ marbuthah

ta’ marbuthah ( تاء مربوطة ) terdiri dari 2 kata, yaitu ta’ ( تاء ) dan marbuthah ( مربوطة ). ta’ ( تاء ) adalah huruf ta’, sedangkan marbuthah ( مربوطة ) memiliki arti “terikat”. Ia merupakan bentuk isim maf’ul dari ربط yang artinya “mengikat”. Sesuai namanya, ia mempunyai bentuk yang terikat hampir menyerupai bulatan.

Secara istilah, ta’ marbuthah (ة) adalah ta’ yang berada diakhir isim, dan ia dibaca sebagai huruf ha’ (ه) apabila dibaca waqaf (berhenti). 

 

Contoh ta’ marbutah

الصَّلَاةُ

1

الْجُمُعَةُ

2

تَحِيَّةُ الْمَسْجِدِ

3

الْخُطْبَةُ

4

الزَّكَاةُ

5

الْفِضَّةُ

6

خَدِيْجَةُ

7

الْآخِرَةُ

8

Keberadaan ta’ marbutah

Ta’ marbutah bisa didapati pada beberapa macam kata. Diantaranya:

1. isim muannats haqiqi

Isim mu'annats haqiqi adalah isim yang menunjukkan seseorang yang memiliki gender perempuan. Contoh:

فَاطِمَةُ

1

خَدِيْجَةُ

2

عَائِشَةُ

3

خَوْلَةُ

4

صَفِيَّةُ

5

2. isim muannats majazi

Isim muannats majazi adalah isim yang menunjukkan sesuatu yang dihukumi memiliki gender perempuan. Contoh:

الآخِرَةُ

1

الْجَنَّةُ

2

الْمَكْتَبَةُ

3

الْحَقِيْبَةُ

4

الْقَرْيَةُ

5

3. isim mudzakkar yang lafadznya seperti mu’annats

Ialah nama untuk gender pria tapi lafadznya seperti muannats. Contoh:

حَمْزَةُ

1

خُذَيْفَةُ

2

عِكْرِيْمَةُ

3

طَلْحَةُ

4

مُسَيْلَمَةُ

5

4. jamak taksir

Ialah isim yang menunjukkan jumlah yang banyak, dan ia tidak beraturan atau tidak ada rumus baku untuk membuatnya. Contoh:

قُضَاةٌ

1

أَفْئِدَةٌ

2

بُغَاةٌ

3

رُعَاةٌ

4

Cara membaca ta’ marbutah

Ta’ marbuthah dibaca sebagai huruf ta’ sesuai harakatnya jika dalam kondisi washal, dan ia dibaca seperti huruf ha’ (ه) yang berharakat sukun jika dalam kondisi waqaf (berhenti). Contoh:

فِيْ فَتْرَةٍ قَصِيْرَةٍ اِمْتَدَّ الْإِسْلَأمُ إِلَى أَنْحَاءِ الْعَالَمِ

Jika kalimat diatas dibaca washal, bunyinya seperti ini “fi fatratin qasiiratin, imtaddal islaamu ilaa anhaa’il aalaami”. Namun apabila ia dibaca waqaf sampai kata yang berwarna merah, maka bunyinya adalah “fi fatratin qasiirah”. Perhatikan contoh ta’ marbuthah yang berwarna merah, jika ia dalam kondisi washal, maka ia dibaca sesuai harakatnya, namun jika ia dalam kondisi waqaf, maka ia dibaca seperti huruf ha’ yang berharakat sukun.  

Cara menulis ta’ marbuthah

Ta’ marbutah bisa bergandengan atau terpisah dengan huruf yang lain, karena tempatnya berada di akhir kata. ketika ia bergandengan dengan dhamir mukhatab atau mutakallim, maka penulisannya berubah menjadi ta’ maftuhah. Contoh:

انْسَكَبَتْ قَهْوَتِيْ

Ketika bersambung dengan dhomir

جَاءَ الْحُذَيْفَةُ

Ketika bersambung dengan huruf-huruf yang lain

وَ الآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُوْلَى

Ketika terpisah dari huruf-huruf yang lain

 

bentuk tulisan Ta’ marbuthah dan ta’ maftuhah

bentuk tulisan Ta’ marbuthah dan ta’ maftuhah

2. ta’ maftuhah

Pengertian ta’ maftuhah

Ta’ maftuhah ( تاء مفتوحة ) terdiri dari 2 kata, yaitu ta’ (تاء) dan maftuhah (مفتوحة). ta’ ( تاء ) adalah huruf ta’ ( ت ), sedangkan maftuhah (مفتوحة) memiliki arti “terbuka”. Ia adalah bentuk isim maf’ul dari فتح yang berarti “membuka”. Sebagaimana namanya, ia memiliki bentuk terbuka, dan 2 titiknya ada diatasnya.

Secara istilah, ta’ maftuhah adalah ta’ yang ditandai dengan dua titik di atas yang ditulis terbuka dan ia tetap dibaca ta’ ketika dibaca waqaf (berhenti).

 

Contoh ta’ maftuhah

ذَهَبَتْ

1

أُقِيْمَتْ

2

مَوْتٌ

3

بِنْتٌ

4

صَالِحَاتٌ

5

حَافِظَاتٌ

6

بَيْتٌ

7

Ta’ maftuhah terdapat pada isim dan fi’il, berbeda dengan ta’ marbuthah yang hanya di dapati pada isim saja.

Keberadaan ta’ maftuhah

Ta’ maftuhah bisa didapati pada beberapa macam kata. Diantaranya:

1. ia sebagai huruf ta’ asli (artinya bukan tambahan) yang berada di akhir kata, baik kata kerja, maupun kata benda. Contoh:

نَبَتَ

1

مَوْتٌ

2

لَاتَ

3

2. ia berupa ta’ dhamir muttashil yang berada di akhir kata kerja lampau (madhi). Baik ia berupa dhamir mutakallim, maupun mukhatab/mukhatabah. Contoh:

جِئْتُ

1

جِئْتَ

2

جِئْتِ

3

3. ia berupa ta’ ta’nits (yang menunjukkan gender mu’annats) yang berada diakhir fi’il madhi. Contoh:

جَائَتْ فَاطِمَةُ

1

أَكَلَتْ الْخَدِيْجَةُ السَّمَكَ

2

دَرَسَتْ الطَّالِبَةُ النَّحْوَ

3

4. berada dijamak muannats salim, ia berupa ta’ sebagai tanda bahwa ia adalah isim jamak. Contoh:

مُسْلِمَاتُ

1

صَالِحَاتُ

2

جَامِلَاتُ

3

Cara membaca ta’ maftuhah

Ia dibaca sebagai huruf ta’ sesuai dengan harakatnya. Baik ketika washal maupun ketika waqaf. Contoh:

حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّيْ تُبْتُ الْآنَ

Apabila dalam kondisi washal, kalimat di atas dibaca “hatta idza hadhara ahadakumul mautu qola inni tubtul aana”. Begitu juga ketika waqaf pada kata yang berwarna merah, ia dibaca “hatta idza hadhara ahadakumul maut”. Perhatikan contoh ta’ maftuhah yang berwarna merah diatas, baik ketika washal maupun ketika waqaf, iasama-sama dibaca sebagai huruf ta’, yang membedakan hanya harakatnya saja.

Cara menulis ta’ maftuhah

ia ditulis sebagaimana bentuknya, yaitu terbuka. Baik ketika bersambung dengan huruf yang lain, maupun ketika terpisah.

bentuk tulisan Ta’ marbuthah dan ta’ maftuhah


Cukup sekian pembahasan seputar huruf ta’ ini, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Berlangganan via Email