Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hadits Hasan | Pengertiannya, Macam-Macamnya Serta Contohnya

 

hadits hasan

Arobiyahinstitute.com | hadits hasan merupakan hadits yang memiliki derajat pertengahan antara shahih dan dhaif. Ia tidak memenuhi syarat sebagai hadits shahih, namun juga ia tidak sampai masuk kategori dhaif. Disini saya mencoba menguraikan sedikit tentang hadits hasan ini, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Pengertian hadits hasan

Disebutkan dalam kitab taisir musthalah hadits bahwa para ulama’ berbeda pendapat dalam memberikan definisi hadits hasan. Setidaknya disini saya akan menyebutkan beberapa defini dari para ulama, diantaranya adalah definisi hadits hasan menurut ibnu hajar al asqalani, attirmidzi, dan al khithabi.

تعريف الخطابي: "هو ما عرف مخرجه، واشتهر رجاله، وعليه مدار أكثر الحديث، وهو الذي يقبله أكثر العلماء، ويستعمله عامة الفقهاء (أبو حفص محمود بن أحمد بن محمود طحان النعيمي، تيسير مصطلح الحديث، ص.57)

Menurut khithabi, hadits hasan adalah “Hadits yang diketahui orang yang mengeluarkannya, dikenal rijalnya (periwayatnya), merupakan jenis dari kebanyakan hadits, diterima oleh banyak ulama dan diamalkan oleh para fuqaha secara umum”

تعريف الترمذي: "كل حديث يروى، لا يكون في إسناده من يتهم بالكذب، ولا يكون الحديث شاذا، ويروى من غير وجه نحو ذلك، فهو عندنا حديث حسن (أبو حفص محمود بن أحمد بن محمود طحان النعيمي، تيسير مصطلح الحديث، ص.57)

Menurut at tirmidzi, hadits hasan adalah semua hadits yang diriwayatkan yang di dalam sanadnya tidak terdapat perawi (yang meriwayatkan) yang tertuduh sering berdusta, bukan hadits yang syadz, dan memiliki beberapa jalan dengan kriteria semisal tadi, maka dia itu disebut hadits hasan disisi kami

تعريف ابن حجر: قال: "وخبر الآحاد بنقل عدل تام الضبط، متصل السند، غير معلل، ولا شاذ، هو الصحيح لذاته ، فإن خف الضبط، فالحسن لذاته" (أبو حفص محمود بن أحمد بن محمود طحان النعيمي، تيسير مصطلح الحديث، ص.57-58)

Menurut ibnu hajar, dia berkata: “dan khabar ahad yang diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabith sempurna (kuat hapalan dan teliti dalam tulisan), sanadnya bersambung, tidak mempunyai illat dan tidak syadz, maka dia adalah hadits shahih lidzatihi, dan jika dhabitnya tidak sempurna (kurang kuat hapalannya dan kurang teliti dalam tulisan ) maka dia adalah hadits hasan lidzatihi”

Kriteria hadits hasan

Pada dasarnya semua kriteri hadits hasan sudah terangkum dalam definisinya diatas, yakni:

1. sanadnya bersambung

2. dhabitnya kurang sempurna (hapalannya kurang kuat dan atau kurang teliti dalam tulisan)

3. rawinya adil

4. selamat dari syadz dan illat

Contoh hadits hasan

Adapun mengenai contoh hadits hasan, berikut ini saya nukilkan dari kitab taisir musthalah hadits

ما أخرجه الترمذي قال: "حدثنا قتيبة، حدثنا جعفر بن سليمان الضبعي، عن أبي عمران الجوني، عن أبي بكر بن أبي موسى الأشعري قال: سمعت أبي بحضرة العدو يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إن أبواب الجنة تحت ظلال السيوف ... " الحديث.

 “apa yang diriwayatkan oleh tirmidzi, ia berkata: qutaibah telah menceritakan kepada kami, ja’far bin sulaiaman adh dhab’i telah menceritakan kepada kami, dari abi imran al jauni, dari abi bakar bin musa al asy’ari ia telah berkata: aku telah mendengar bapakku berkata tatkala berhadapan dengan musuh: “rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “sesungguhnya pintu-pintu surga ada dibawah bayangan pedang...”

At tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Dr mahmud thahan mengatakan bahwa hadits ini hasan karena para rawinya tsiqah kecuali ja’far bin sulaiam adh dhab’i, oleh sebab itu hadits ini turun derajadnya dari shahih menjadi hasan(Mahmud thahan, taisir musthalah hadits, hal.59).

Macam macam hadits hasan

Hadits hasan terbagi menjadi 2 macam, yakni hasan lidzatihi dan hasan lighairihi:

Hadits hasan lidzatihi

Adalah hadits yang berderajat hasan disebabkan karena dirinya (dzatnya) sendiri. Artinya kehasanannya didapat dari dzatnya sendiri, yakni jalur periwayatannya yang hasan.

Contoh hadits hasan lidzatihi

Adapun contoh hadits hasan lidzatihi sebagaimana contoh hadits hasan diatas.

Hadits hasan lighairihi

Adalah hadits dhaif yang mempunyai beberapa jalur periwayatan, sehingga saling menguatkan dan statusnya berubah dari hadits dhaif menjadi hadits hasan. Adapun pengertian hadits hasan lighairihi menurut pengarang kitab taisir musthalah hadits adalah sebagai berikut:

هو الضعيف إذا تعددت طرقه، ولم يكن سبب ضعفه فسق الراوي أو كذبه (تيسير مصطلح الحديث : 66)

“adalah hadits dhaif yang mempunyai beberapa jalur periwayatan, dan sebab kedhaifannya bukan disebabkan oleh rawi yang fasik atau rawi yang kadzib (dusta)”(taisir musthalah hadits:66)

Contoh hadits hasan lighairihi  

عن شعبة عن عاصم بن عبيد الله عن عبد الله بن عامر بن ربيعة عن أبيه أن إمرأة من بني فزارة تزوجت على نعلين، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أرضيت من نفسك ومالك بنعلين؟ قالت: نعم، فأجاز

Dari Syu’bah dari ‘Ashim bin Ubaidillah bin ‘Amir bin Rabi’ah dari ayahnya sesungguhnya seorang perempuan dari bani Fazarah menikah dengan mahar sepasang sendal. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Apakah engkau ridha atas dirimu dan hartamu dengan mahar sepasang sepatu?” Dia menjawab, “Iya” Maka beliau membolehkannya. (HR. Tirmizi) 

‘Ashim adalah perawi yang dhaif karena daya ingatnya jelek, akan tetapi Imam Tirmizi menghasankan hadis di atas karena ada satu sanad dari jalur lainnya, riwayat dari Umar bin Khathab, Abu Hurairah, Siti Aisyah dan Abu Hadrad. Cukup sekian pembahasan mengenai hadits hasan, semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Posting Komentar untuk "Hadits Hasan | Pengertiannya, Macam-Macamnya Serta Contohnya "