Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hadits : Pengertiannya, Macam-Macamnya, Serta Contohnya

hadits adalah

Arobiyahinstitute.com
| Di sini saya akan berbagi pengetahuan seputar hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam. Agama islam dibangun diatas 2 dasar, yaitu al-Qur’an dan hadits. Semua hukum islam dihasilkan dari penelaahan terhadap 2 dasar tersebut.

Tentunya tidak semua orang bisa melakukannya, hanya segelintir orang yang bisa melakukan hal tersebut, yaitu para ulama’ yang telah menguasai berbagai ilmu alat yang digunakan untuk menelaah keduanya. Ilmu tersebut diantaranya adalah ilmu al-Qura’n (ulumul Qur’an) dan ilmu hadits (ulum hadits).

Disini saya akan menguraikan  tentang ilmu hadits. Ia adalah ilmu yang berisi kumpulan kaidah-kaidah dan pembahasan-pembahasan yang berkaitan dengan sanad, matan, atau rawi (periwayat) dan yang diriwayatkan (hadits), sehingga ia bisa diterima (diamalkan) atau ditolak.

Pengertian hadits, khabar, dan atsar

Jika kita membuka kamus al-muhith, akan kita temukan bahwa hadits (حديث) adalah padanan dari khabar (خبر) yang memiliki arti “kabar” atau “berita”, Seperti yang termaktub di dalam al-Qur’an surat an-nazi’at ayat 15:

هَلْ أَتَأكَ حَدِيْثُ مُوْسَى (النازعات: 15)

“Apakah sudah sampai kepadamu (wahai muhammad) kisah musa (berita tentang musa)” (Qs.an-nazi’at:15)

Secara istilah, hadits adalah segala perkataan, perbuatan, atau rekomendasi (taqrir) yang disandarkan kepada rasulullah muhammad sallallahu alaihi wasallam. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh syeik mustafa bin muhammad bin salamah penyusun kitab at-ta’sis berikut ini:

pengertian hadits

Ada juga sebagian ulama’ yang mengungkapkan bahwa khabar (خبر) berbeda dengan hadits (حديث). Menurut mereka, khabar adalah apa yang dinisbatkan kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan kepada yang selainnya. Sebagaimana di katakan oleh syeik mahmud bin ahmad bin mahmud at-thahan an-nu’aimi dalam kitabnya taisir musthalahil hadits berikut ini:

pengertian khabar

Sebagai pelengkap, di sini saya juga akan sebutkan pengertian atsar. Secara bahasa, ia adalah  الشيءبقية yakni sisa atau bekas sesuatu. Adapun secara istilah, atsar adalah perkataan atau perbuatan yang disandarkan kepada sahabat nabi dan tabi’in. Pengertian ini merupakan terjemahan dari pengertian yang saya nukil dari kitab taisir musthalahil hadits karya syeik mahmud at-thahan an-nu’aimi yang telah saya sebutkan barusan. Berikut ini versi arabnya:

pengertian atsar

Struktur hadits yang telah sampai kepada kita sekarang ini, terdiri dari sanad (yakni rangkaian periwayat hadits, dimulai dari para imam hadits (yang membukukan hadits) dan berakhir sampai nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam) dan matan (redaksi hadits).

Contoh hadits

Hadits memiliki jumlah yang sangat banyak, Ia bisa kita temukan di beberapa kitab hadits. Yang paling populer adalah kutubus sittah, yaitu kitab hadits yang berjumlah 6, diantaranya:

1. kitab shahih bukhari yang disusun imam bukhari

2. kitab shahih muslim, yang disusun imam muslim

3. kitab sunan an-nasa’i yang disusun imam nasa’i

4. kitab sunan abu dawud yang disusun imam abu dawud

5. kitab sunan at-tirmidzi yang disusun imam at-tirmidzi

6. kitab sunan ibnu majah yang disusun oleh imam ibnu majah

Berikut ini saya berikan 2 contoh hadits lengkap dengan sanad dan matannya:

Contoh hadits pertama

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»

Artinya: “telah mengabarkan kepada kami abu bakar bin syaibah, dab abu kuraib, mereka berdua berkata: telah mengabarkan kepada kami abu muawiyah, dari ‘a’masyi, dari umarah bin umair, dari abdurrahman bin yazid, dari abdullah, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah berkata kepada kami: wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah mampu untuk menikah, maka menikahlah! Karena (dengan menikah) itu lebih menundukkan pandangan dan melindungi farji (alat vital), barangsiapa belum mampu  untuk melakukannya (nikah), hendaknya ia berpuasa, karena ia merupakan penekan hawa nafsu baginya.”

 

Contoh hadits kedua

وحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، وحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، وَاللَّفْظُ لَهُ، أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، قَالَ: «رَدَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ التَّبَتُّلَ، وَلَوْ أَذِنَ لَهُ لَاخْتَصَيْنَا»

Artinya: “telah mengabarkan kepada kami abu bakar bin syaibah, telah mengabarkan kepada kami ibnul mubarak, telah mengabarkan kepada kami abu kuraib muhammad bin ‘ala’, dan lafadz darinya: telah mengabarkan kepada kami ibnul mubarak, dari ma’mar, dari az-zuhri, dari sa’id bin musayyib, dari sa’ad bib abi waqqash, ia berkata: Rasulullah menolak izin utsman bin madz’un untuk membujang, seandainya diizinkan, kita benar-benar akan melakukan kebiri.”

Kedua contoh diatas merupakan hadits riwayat imam muslim yang saya kutip dari kitabnya, yakni shahih muslim.

 

Macam macam hadits

Dari begitu banyaknya hadits yang bermacam-macam, Ia dikelompokkan kedalam beberapa kelompok. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Macam-macam hadits berdasarkan sampainya kepada kita

Secara umum hadits terbagi menjadi 2, yaitu hadits mutawatir dan hadits ahad.

1. hadits mutawatir

Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh lebih dari 10 periwayat hadits disetiap levelnya.

2. hadits ahad

Yakni hadits yang tidak mencapai derajat mutawattir. Artinya ia diriwayatkan kurang dari 10 periwayat hadits di setiap levelnya. Hadits ahad mempunyai banyak macam yang akan saya uraikan dibawah ini:

Macam-macam hadits ahad berdasarkan banyaknya jumlah periwayatnya

1. hadits masyhur, yakni hadits yang diriwayatkan oleh 3 rawi (periwayat) atau lebih dalam setiap tingkatannya, namun tidak sampai derajat mutawattir.

2. hadits aziz, yakni hadits yang diriwayatkan oleh 2 rawi dalam setiap tingkatannya.

3. hadits gharib, yakni hadits yang diriwayatkan oleh seorang rawi dalam setiap tingkatannya.

Macam hadits ahad berdasarkan berdasarkan kuat dan dhoifnya

1. hadits maqbul (diterima)

Adalah hadits yang boleh dipakai dalam berdalil. Ia mempunyai 2 macam, yaitu hadits shahih dan hadits hasan.

a. hadits shahih, baik ia shahih lidzatihi maupun shahih lighairihi.

b. hadits hasan, baik itu hasan lidzatihi maupun hasan lighairihi.

2. hadits mardud (dho’if)

hadits mardud atau dho’if ialah hadits yang tidak bisa atau tidak boleh dipakai untuk berhujjah (berdalil). Artinya ia tidak bisa diamalkan karena mempunyai beberapa sebab. Beberapa sebabnya adalah karena terputusnya sanad, dan karena terdapat cacat pada rawinya.

1. hadits dho’if karena terputusnya sanad 

Disini ia dibagi menjadi 6 macam, meskipun sebab dho’ifnya sama, namun ada beberapa perbedaan yang membedakan mereka. Ke enam macam ini adalah:

a. hadits mu’allaq

b. hadits mursal

c. hadits mu’dhal

d. hadits munqathi’

e. hadits mudallas

6. mursal khafi

2. hadits dho’if karena cacatnya rawi

Ada 10 kriteria yang menyebabkan rawi menjadi cacat. Dari kriteria-kriteria tersebut, maka hadits dho’if karena cacatnya rawi terbagi menjadi beberapa macam. Yakni sebagai berikut:

a. hadits maudhu’

b. hadits matruk

c. hadits munkar

d. hadits ma’ruf

e. hadits syad  dan mahfudz

f. hadits muallal

g. hadits mudraj

h. hadits maqlub

i. hadits mudhtharib

j. hadits mushahaf

k. hadits majhul

Terlepas dari shahih atau dho’ifnya suatu hadits, ia juga dibagi kedalam beberapa macam:

1. hadits qudsi

2. hadits marfu’

3. hadits mauquf

4. hadits maqthu’

Ke empat macam diatas, adakalanya berderajat shahih, adakalanya berderajat hasan, dan adakalanya juga berderajat dho’if.

Cukup sampai disini uraian tentang pengertian hadits dan macam-macamnya. Adapun penjelasan setiap macam-macam hadits akan saya bahas dalam artikel-artikel berikutnya secara lebih detail. Semoga berfaidah, wassallamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Referensi:

1. Al-Qur’an

2. Shahih muslim

3. Taisir musthalah hadits

4. at-ta’sis

Posting Komentar untuk "Hadits : Pengertiannya, Macam-Macamnya, Serta Contohnya"