Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Hadits Shahih Beserta Contohnya

Pengertian hadits shahih beserta contohnya

 Arobiyahinstitute.com | Ditinjau dari segi kekuatannya, hadits terbagi menjadi 3, yakni hadits shahih, hadits hasan, dan hadits dho’if. Disini saya akan menguraikan salah satunya, yakni hadits shahih.

Pengertian hadits shahih

Hadits shahih adalah hadits yang dapat digunakan untuk berhujjah. Secara bahasa shahih (صحيح) bermakna “sehat”, ia lawan kata dari (سقيم) yang bermakna “sakit”. Adapun secara istilah, hadits shahih adalah suatu hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil, dan dhabith dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat syadz dan illat  padanya. Berikut ini versi arabnya.

ما اتصل سنده بنقل العدل الضابط، عن مثله إلى منتهاه، من غير شذوذ، ولا علة (1)

Adapun menurut Syeikh utsaimin, hadits shahih adalah suatu hadits yang diriwayatkan rawi yang adil sempurna dan dhabith, dengan sanad yang bersambung, dan selamat dari syadz dan illat yang merusak. Berikut ini versi arabnya.

ما رواه عدل تام الضبط بسند متصل وسلم من الشذوذ والعلة القادحة  (2)

Syarat hadits shahih

Dari pengertian di atas, dapat diketahui bahwa suatu hadits di sebut shahih apabila memenuhi 5 unsur, yaitu:

1. sanadnya bersambung: artinya bahwa semua rawinya benar-benar mengambil dari rawi di atasnya. Misalnya adalah A mendengar suatu kabar dari B, B mendengar dari C, C mendengar dari D, D mendengar dari E. Jadi semuanya tersambung.

2. rawi adil : adil disini bermakna bahwa rawi beragama islam, telah balig, berakal, tidak fasiq, dan menjaga muru’ah (kehormatan).

3. rawi dhabith: dhabith bermakna bahwa rawi memiliki hapalan yang kuat, dan atau teliti atau cermat dalam menulis.

4. selamat dari syadz: syadz artinya adalah rawi tidak menyelisihi rawi yang lebih kredibel darinya

5. selamat dari illat: ia bermakna bahwa hadits tersebut selamat dari kecacatan yang dapat merusak keshahihan hadits.

Macam-macam hadits shahih

Hadits shahih ada 2 macam, yakni shahih lidzatihi dan shahih lighairihi.

Hadits shahih lidzatihi adalah hadits yang memenuhi 5 kriteria hadits shahih di atas. Adapun hadits shahih lighairihi adalah hadits hasan yang mempunyai jalur periwayatan yang banyak (Baca penjelasan tentang hadits hasan).

Contoh hadits shahih

Berikut ini contoh hadits shahih, baik shahih lidzatihi, maupun lighairihi.

Contoh hadits shahih lidzatihi

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

“telah mengabarkan kepadaku yahya bin yahya, ia berkata: aku membacakan kepada malik, dari safwan bin sulaim, dari atha’ bin yasar, dari sa’id al-khudri, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “mandi pada hari jum’at hukumnya wajib, yakni bagi yang telah bermimpi (yang telah balig)” (HR. Muslim)

Contoh hadits lighairihi

فقال النبي صلّى الله عليه وسلّم: "ابتع علينا إبلاً بقلائص من قلائص الصدقة إلى محلها" (2) ؛ فكان يأخذ البعير بالبعيرين والثلاثة

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “juallah kepada kami seekor unta dengan beberapa ekor unta muda dari unta zakat sesuai dengan hitungannya”, maka ia mengambil seekor unta jantan ditukar dengan dua ekor unta muda atau tiga ekor unta betina” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

Hadits ini termasuk hadits hasan, namun ia mempunyai beberapa jalan periwayatan, sehingga derajadnya naik menjadi shahih lighairihi. Cukup sekian pembahasan mengenai hadits shahih, semoga bermanfaat.

 

(1) mahmud thahan, taisir musthalahil hadits, hal. 44

(2) muhammad bin shalih bin muhammad al-utsaimin, musthalahil hadits, hal. 8

 

Berlangganan via Email